Pertemuan6 Pembentukan dan Reaktivitas Senyawa Organometalik
Senyawa organologam pertama yang ditemukan oleh cadet pada
tahun 1760. Namun senyawa organometal yang ia hasilkan bukanlah hasil yang
diharapkan dari reaksi kalium asetat dan arsen trioksida . oleh karena
itulah ada yang tidak setuju dengan pendapat bahwa cadet yang pertama
mensintesis senyawa organometal. Senyawa organologam adalah suatu senyawa
di mana atom-atom karbon dari gugus organik terikat kepada atom logam. Senyawa organologam
merupakan senyawa yang setidaknya minimal terdapat satu atom karbon dari gugus
organik yang berikatan langsung dengan atom logam. Senyawa yang mengandung
ikatan karbon dengan fosfor, arsen, silikon, ataupun boron termasuk dalam
katagori ini, tetapi untuk senyawa yang mengandung ikatan antara atom logam
dengan oksigen, belerang, nitrogen, ataupun dengan suatu halogen tidak termasuk
sebagai senyawa organologam.
Sebagai
contoh suatu alkoksida seperti (C3H7O4)Ti bukan termasuk senyawa organologam,
karena gugus organiknya terikat pada Ti melalui atom oksigen. Sedangkan senyawa
(C6H5)Ti(OC3H7)3 adalah senyawa organologam karena terdapat satu ikatan
langsung antara karbon C dari gugus fenil dengan logam Ti. Dari bentuk ikatan
pada senyawa organologam, senyawa ini dapat dikatakan sebagai jembatan antara
kimia organik dan anorganik.
Senyawa kompleks organologam adalah senyawa kompleks yang
memiliki ikatan logam-karbon antara satu sampai delapan atom karbon dalam ligan
hidrokarbon terikat ke logam. Haptisitas mendeskripsikan jumlah atom dalam
ligan yang mempunyai interaksi koordinatif dengan logamnya dan jumlah ini
diberi simbol h. Senyawa kompleks organologam juga
mempunyai suatu aturan dalam menghitung jumlah elektron sama seperti aturan
oktet (aturan 8 elektron) pada kimia golongan utama. Aturannya adalah Aturan 18
Elektron. Aturan 18 elektron adalah aturan yang menghitung jumlah elektron
valensi pada logam pusat yang berjumlah 18 elektron. Sama seperti halnya aturan
oktet, aturan 18 elektron ini juga mempunyai banyak pengecualian. Namun, aturan
ini masih dapat dijadikan pedoman untuk kompleks kimia organologam terutama
ligan yang mengandung akseptor-π yang kuat.
Senyawa
organologam umumnya bersifat memiliki atom karbon yang lebih elektronegatif
daripada kebanyakan logamnya. Ada beberapa kecenderungan jenis-jenis ikatan
yang terbentuk pada senyawaan organologam:
a. Senyawa
ionik dari logam elektropositif
Senyawa organologam yang relatif sangat
elektropositif umumnya bersifat ionik, tidak larut dalam pelarut organik, serta
sangat reaktif terhadap udara dan air. Senyawa ini terbentuk bila suatu radikal
pada logam terikat pada logam dengan keelektropositifan yang sangat tinggi,
misalnya logam alkali atau alkali tanah. Kestabilan dan kereaktifan senyawa
ionik bergantung pada kestabilan radikal organiknya.
b. Senyawaan
organotimah yang memiliki ikatan σ (sigma)
Senyawa ini memiliki ikatan σ yang terbentuk antara
gugus organik dan atom logam dengan keelektropositifan rendah. Jenis ikatannya
dapat digolongkan sebagai ikatan kovalen (walaupun masih ada sifat ionik) dan
sifat kimianya adalah dari sifat kimia karbon yang disebabkan oleh beberapa
faktor berikut:
1. Kemungkinan
penggunaan orbital d yang lebih tinggi, seperti pada SiR4 yang tidak tampak
dalam CR4.
2. Kemampuan
donor alkil atau aril dengan pasangan elektron menyendiri seperti pada Pet3,
Sme2 dan sebagainya.
3. Keasaman
Lewis sehubungan dengan kulit valensi yang tidak penuh seperti pada BR3 atau
koordinasi tak jenuh seperti pada ZnR2.
4. Pengaruh
perbedaan keelektronegatifan antara ikatan logam-karbon (M-C) atau
karbon-karbon (C-C).
c. Senyawa
organologam yang terikat secara nonklasik Dalam banyak senyawaan organologam
terdapat suatu jenis ikatan logam pada karbon yang tidak dapat dijelaskan dalam
bentuk ikatan ionik atau pasangan elektron. Senyawa ini terbagi menjadi dua
golongan:
1. Senyawa
organologam yang memiliki gugus-gugus alkil berjembatan
2. Senyawa
organologam yang terbentuk antara logam-logam transisi dengan alkena, alkuna,
benzena, dan sistem cincin lainnya seperti C5H5 - .
Fungsi utama senyawa organologam adalah sebagai katalis pada reaksi kimia.
Terdapat dua macam ikatan organologam, yaitu :
· Ikatan ionik. Ikatan ionik organologam terbentuk dari unsur yang sangat elektropositif yaitu unsur pada golongan I, II, dan III. Organologam dengan yang berikatan secara ionik bersifat tak larut dalam pelarut hidrokarbon dan mudah teroksidasi.
· Ikatan kovalen. Ikatan kovalen organologam yang mudah menguap terbentuk dari logam Zn, Cd, Hg, dan logam non-transisi gologan III (kecuali aluminium), IV, dan V. Ikatan kovalen ini terbentuk dengan cara memberikan satu elektron tunggalnya, baik dari logam maupun unsur organiknya, untuk dipakai secara bersama. Sifat dari senyawa organologam dengan ikatan kovalen ini mudah menguap, larut dalam pelarut organik, dan tidak larut dalam air.
Reaksi-reaksi Pembentukan Organologam
1. Reaksi
Logam langsung ; sintesis yang paling awal oleh ahli kimia Inggris,
Frankland dalam tahun 1845 adalah interaksi antara Zn dan suatu
alkil Halida. Adapun yang lebih berguna adalah penemuan ahli kimia Perancis,
Grignard yang dikenal sebagai pereaksi Grignard. Contohnya interaksi Magnesium
dan alkil atau aril Halida dalam eter:
Mg + CH3I → CH3MgI
Interaksi langsung alkil atau aril Halida juga
terjadi dengan Li, Na, K, Ca, Zn dan Cd.
2. Penggunaan
zat pengalkilasi.
Senyawa ini dimanfaatkan untuk membuat senyawa organologam lainnya. Kebanyakan Halida nonlogam dan logam atau turunan Halida dapat dialkilasi dalam eter atau pelarut hidrokarbon, contohnya:
Senyawa ini dimanfaatkan untuk membuat senyawa organologam lainnya. Kebanyakan Halida nonlogam dan logam atau turunan Halida dapat dialkilasi dalam eter atau pelarut hidrokarbon, contohnya:
PCl3 + 3C6H5MgCl →
P(C6H5)3 + 3MgCl2
VOCl3 + 3(CH3)3SiCH2MgCl
→ VO(CH2SiMe3)3 + 3MgCl2
3. Interaksi
Hidrida Logam atau nonlogam dengan alkena atau alkuna.
Contoh: 1/2 B2H6 + 3 C=C → B-(C=C)3
4. Reaksi
Oksidatif adisi. Reaksi yang dikenal sebagai reaksi Oksa dimana Alkil atau Aril
Halida ditambahkan pada senyawa logam transisi Koordinasi tidak jenuh
menghasilkan ikatan logam Karbon.
Contohnya: RhCl(PPh3)3 +
CH3I → RhClI(CH3)(PPh3)2 + PPh3
5. Reaksi
Insersi yaitu reaksi yang menghasilkan ikatan-ikatan dengan Karbon, sebagai
Contoh:
SbCl5 +
2HC
v:shapes="_x0000_i1025"> CH→Cl3Sb(CH=CHCl)2
Senyawa organometalik dapat dicontohkan pada reaksi reagen
Grignard.
Reaksi Grignard adalah reaksi kimia
organologam di mana alkil - atau Aril-magnesium halides (reagen Grignard)
menambah gugus karbonil Aldehida atau keton. Reaksi ini adalah alat penting untuk
pembentukan ikatan antar karbon. Reaksi Halida organik dengan magnesium bukan
reaksi Grignard, tetapi menyediakan peraksi Grignard. Pereaksi Grignard
memiliki rumus umum RMgX dimana X adalah sebuah halogen, dan R adalah sebuah
gugus alkil atau aril (berdasarkan pada sebuah cincin benzen). Pereaksi
Grignard sederhana bisa berupa CH3CH2MgBr.
Sebuah contoh dari reaksi grignard
Reaksi dan pereaksi Grignard
ditemukan oleh dan diberi nama sesuai dengan penemunya yaitu kimiawan
Perancis François Auguste Victor Grignard (Universitas Nancy, Perancis), yang
dianugerahi Nobel Kimia tahun 1912 ini bekerja Grignard reagen mirip dengan menghasilkan
reagen karena keduanya nukleofil kuat yang dapat membentuk ikatan antar karbon
yang baru.
Reagen Grignard berfungsi sebagai nukleofil, menyerang atom
karbon elektrofilik yang hadir dalam ikatan polar gugus karbonil. Penambahan
pereaksi Grignard untuk karbonil biasanya hasil melalui keadaan transisi
enam-beranggota cincin.
Mekanisme dari reaksi Grignard:
Namun, dengan pereaksi Grignard
terhalang, reaksi dapat melanjutkan dengan transfer elektron tunggal. Jalur
serupa diasumsikan untuk reaksi lain dari reagen Grignard, misalnya, dalam
pembentukan ikatan antara karbon-fosfor, timah-karbon, karbon-silikon,
boron-karbon dan karbon-heteroatom.
Senyawa Organologam
SIFAT FISIK
·
Organolithium
Berupa cairan atau padatan bertitik
leleh rendah, dan berupa kristal putih (metillithium); Larut dalam senyawa hidrokarbon
dan cairan nonpolar. Tingkat penguapan tinggi.
·
Organonatrium
dan Organokalium
Tidak
larut dalam senyawa hidrokarbon; Mudah menguap.
·
Organomagnesium
Berupa
kristal
·
Organomerkuri
Berupa padatan
kristal; Lebih larut dalam cairan organik daripada air; Pada alkil atau aril
cairan nonpolar, mudah menguap, beracun, tidak berwarna, padatan bertitik leleh
rendah;
·
Organoaluminium
Berupa cairan
SIFAT KIMIA
·
Organolithium
Lebih
reaktif dibandingkan pereaksi grignard; Bereaksi cepat dengan oksigen, biasanya
secara spontan menyala dalam udara, dengan cairan air, dan dengan uap air.
·
Organonatrium
dan Organokalium
Sangat reaktif; Terhidrolisis kuat
dalam air.
·
Organomagnesium
Reaktif; Mudah
teroksidasi oleh udara; Mudah terhidrolisis.
·
Organomerkuri
Zat kovalen nonpolar; Tidak
reaktif terhadap udara dan air;
·
Organoaluminium
Reaktif; Tidak menyala
dalam udara dan tidak meledak dalam air;
PERMASALAHAN
1. Mengapa reaksi Halida organik dengan magnesium yang bukan merupakan reaksi Grignard, tetapi menyediakan peraksi Grignard?
2. Bagaimana kestabilan dan kereaktifan senyawa ionik bergantung pada kestabilan radikal organiknya?
3. Senyawa (C6H5)Ti(OC3H7)3 adalah senyawa organologam karena terdapat satu ikatan langsung antara karbon C dari gugus fenil dengan logam Ti. Mengapa dari bentuk ikatan pada senyawa organologam, senyawa ini dapat dikatakan sebagai jembatan antara kimia organik dan anorganik?
2. Bagaimana kestabilan dan kereaktifan senyawa ionik bergantung pada kestabilan radikal organiknya?
3. Senyawa (C6H5)Ti(OC3H7)3 adalah senyawa organologam karena terdapat satu ikatan langsung antara karbon C dari gugus fenil dengan logam Ti. Mengapa dari bentuk ikatan pada senyawa organologam, senyawa ini dapat dikatakan sebagai jembatan antara kimia organik dan anorganik?





saya akan membantu menjawab pertanyaan nomor 2
BalasHapusSenyawaan organo dari logam yang relatif sangat elektropositif umumnya bersifat ionik, tidak larut dalam pelarut organik, dan sangat reaktif terhadap udara dan air. Senyawa ini terbentuk bila suatu radikal pada logam terikat pada logam dengan keelektropositifan yang sangat tinggi, misalnya logam alkali atau alkali tanah. Kestabilan dan kereaktifan senyawaan ionik ditentukan dalam satu bagian oleh kestabilan ion karbon. Garam logam ion-ion karbon yang kestabilannya diperkuat oleh delokalisasi elektron lebih stabil walaupun masih relatif reaktif
Saya akan mencoba menjawab permasalahan nomor 1 yaitu Mengapa reaksi Halida organik dengan magnesium yang bukan merupakan reaksi Grignard, tetapi menyediakan peraksi Grignard?
BalasHapusPereaksi Grignard memiliki rumus umum RMgX dimana X adalah sebuah halogen, dan R adalah sebuah gugus alkil atau aril (berdasarkan pada sebuah cincin benzen). Pereaksi Grignard sederhana bisa berupa CH3CH2MgBr.
Reagen Grignard berfungsi sebagai nukleofil, menyerang atom karbon elektrofilik yang hadir dalam ikatan polar gugus karbonil. Penambahan pereaksi Grignard untuk karbonil biasanya hasil melalui keadaan transisi enam-beranggota cincin.
Namun, dengan pereaksi Grignard terhalang, reaksi dapat melanjutkan dengan transfer elektron tunggal. Jalur serupa diasumsikan untuk reaksi lain dari reagen Grignard, misalnya, dalam pembentukan ikatan antara karbon-fosfor, timah-karbon, karbon-silikon, boron-karbon dan karbon-heteroatom.
Saya akan menjawab permasalahan no 3
BalasHapusSenyawa organologam merupakan senyawa dimana minimal terdapat satu atomkarbon dari gugus organik yang berikatan langsung dengan logam.
Oleh karena itu, (C6H5)Ti(OC3H7)3 adalah senyawa organologam karena terdapat satu ikatan langsung antara karbon C dari gugus fenil dengan logam Ti.
senyawa organologam dapat dikatakan sebagai jembatan antara kimia organik dan anorganik karena membentuk ikatan antara senyawa organik (mengandung atom Carbon) dan anorganik (logam)