Pertemuan10 Pembentukan Disakarida dan polisakarida


Pembentukan Disakarida dan polisakarida

Pada pertemuan kali ini saya akan memaparkan materi mengenai pembentukan disakarida dan polisakarida. Pada pertemuan sebelumnya telah kita ketahui bahwa monosakarida, disakarida, oligosakarida dan polisakarida merupakan bagian dari karbohidrat.
A.    Disakarida


Disakarida adalah senyawa yang terbentuk dari dua molekul monosakarida yang sejenis atau tidak. Disakarida dapat dihidrolisis oleh larutan asam dalam air sehingga terurai menjadi dua molekul monosakarida. Disakarida terdiri atas unit sukrosa, maltosa, laktosa dan selobiosa.Keempat disakarida ini mempunyai rumus molekul sama (C12H22O11) tetapi struktur molekulnya berbeda. Disakarida disusun oleh dua unit gula, seperti sukrosa disusun oleh glukosa dan fruktosa, maltoda dibangun oleh dua unit glukosa, dan laktosa dibangun oleh glukosa dan galaktosa.
Disakarida-disakarida penting yaitu :
a. Sukrosa
Sukrosa ialah gula yang kita kenal sehari-hari, baik yang berasal dari tebu maupun dari bit. Selain pada tebu dan bit, sukrosa terdapat pula pada turnbuhan lain, rnisalnya dalarn buah nanas dan dalam wortel. Dengan hidrolisis sukrosa akan terpecah dan menghasilkan glukosa dan fruktosa. Sukrosa terbentuk dari ikatan glikosida antara karbon nomor 1 pada glukosa dengan karbon nomor 2 pada fruktosa.

b. Laktosa
Laktosa merupakan hidrat utama dalam air susu hewan. Laktosa bila dihidrolisis akan menghasilkan D-galaktosa dan D-glukosa, karena itu laktosa adalah suatu disakarida. Ikatan galaktosa dan glukosa terjadi antara atom karbon nomor 1 pada galaktosa dan atom karbon nomor 4 pada glukosa. Oleh karenanya molekul laktosa masih mempunyai gugus –OH glikosidik. Dengan demikian laktosa mempunyai sifat mereduksi dan merotasi.


c. Maltosa
Maltosa adalah gula pereduksi karena gula ini memiliki gugus karbonil yang berpotensi bebas, yang dapat dioksidasi. Residu glukosa kedua dari maltose dapat berada dalam bentuk α dan β. Dibentuk oleh kerja enzim air liur amylase terhadap pati. Maltosa dihidrolisa menjadi dua molekul D-glukosa oleh enzim usus maltose, yang bersifat spesifik bagi ikatan α(1-4).

d. Selobiosa
Selobiosa merupakan unit ulangan dalam selulosa. Selobiosa tersusun dari dua monosakarida glukosa yang berikatan glikosida β antara karbon 1 dengan karbon 4.

B.     Polisakarida
Polisakarida merupakan kelas karbohidrat yang mempunyai lebih daripada delapan unit monosakarida. Pada umumnya polisakarida mempunyai molekul besar dan lebih kompleks daripada monosakarida dan oligosakarida. Polisakarida dapat dihidrolisis menjadi banyak molekul monosakarida. Polisakarida yang terdiri atas satu macam monosakarida saja disebut homopolisakarida (contohnya kanji, glikogen dan selulusa), sedangkan yang mengandung senyawa lain disebut heteropolisakarida (contohnya heparin).
Rumus kimia polisakarida adalahn (C6H10O5)n. Molekul ini dapat digolongkan menjadi polisakarida struktural seperti selulosa, asam hialuronat, dan sebagainya. Dan polisakarida nutrien seperti amilum (pada tumbuhan dan bakteri), glikogen (hewan), dan paramilum (jenis protozoa).
Umumnya polisakarida berupa senyawa berwarna putih dan tidak berbentuk kristal, tidak mempunyai rasa manis dan tidak mempunyai sifat mereduksi. Berat molekul polisakarida bervariasi dari beberapa ribu hingga lebih dari satu juta. Polisakarida yang dapat larut dalam air akan membentuk larutan koloid. Beberapa polisakarida yang penting di antaranya ialah amilum, glikogen, dekstrin dan selulosa.

a. Amilum


Amilum terdiri dari dua macama polisakarida, yaitu amilosa dan amilopektin. Kedua-duanya merupakan polimer glukosa. Amilosa terdiri atas 250-3000 unit D-glukosa. Sedangkan amilopektin terdiri atas lebih dari 1000 unit glukosa. Unit glukosa amilosa dirangkaikan dalam bentuk linier oleh ikatan glikosida α (1 4). Amilosa mempunyai ujung non reduksi dan ujung reduksi. Berat molekulnya bervariasi dari beberapa ratus sampai 150.000. Amilopektin adalah polisakarida bercabang. Dalam molekul ini, rantai pendek dari rangkaian glikosida α (1 4) unit glukosa digabungkan dengan rangkaian glikosida lain melalui ikatan glikosida α (1 6).
b. Asam Healuronik
Asam healuronik merupakan mukopolisakarida (heteropolisakarida) yaitu suatu senyawa gelatin dengan berat molekul tinggi. Asam hialuronik disusun oleh unit asam glukuronik dan asetil-glukosamin. Dua monosakarida berbeda tersebut dirangkaikan oleh ikatan β(1 - 3) untuk membentuk disakarida yang terikat β(1 - 4) dengan unit ulangan berikutnya.
c. Glikogen

Glikogen merupakan bentuk cadangan glukosa pada sel-sel hewan dan manusia yang disimpan di hati dan otot sebagai granula. Glikogen merupakan polimer α-1 dari glukosa dan umumnya mempunyai ikatan cabang α-1,6 untuk setiap satuan glukosa.
Polisakarida lain yang dihasilkan oleh sel-sel eukariot adalah

1. Glikoprotein

Glikoprotein adalah protein yang mengandung polisakarida. Karbohidrat ini terikat pada protein melalui ikatan glikosidik- ke serin, treonin, hidrosilisin atau hidroksiprolin. Glikoprotein ialah suatu protein yang mengikat unit karbohidrat dengan ikatan kovalen. Struktur ini memainkan beberapa peran penting di antaranya dalam proses proteksi imunologis, pembekuan darah, pengenalan sel-sel, serta interaksi dengan bahan kimia lain.



2. Mukopolisakarida

Proteoglikan atau mukopolisakarida terdiri atas rantai protein dengan polisakarida berulang.Mukopolisakarida adalah suatu materi tipis, kental, menyerupai jelly dan melapisi sel.


3. Glikosaminoglikan
Glikosaminoglikan adalah satuan berulang polisakarida proteoglikan tanpa rantai proteinnya.

4. Oligosakarida
Oligosakarida ialah kelas karbohidrat yang mengandungi dua hingga delapan unit monosakarida. Setiap unit monosakarida ini dihubungkan oleh ikatan glikosida. Oligosakarida dapat digolongkan menjadi kumpulan disakarida, trisakarida, dan seterusnya menurut bilangan unit monosakarida yang terdapat dalam molekulnya.
PERMSALAHAN;
1.    Ikatan glikosida (disakarida) ini mudah dihidrolisis oleh asam tetapi tidak oleh basa. Oleh karena itu diskarida dapat dihidrolisis dengan mudah dengan memanaskannya dalam larutan asam encer. Mengapa demikian?
2.      Mengapa Sukrosa yang disusun oleh unit glukosa dan fruktosa, terbentuk hanya pada tanaman dan tidak pada hewan?
3.      Jelaskan bagaiman Polisakarida yang dapat larut dalam air akan membentuk larutan koloid?

Komentar

  1. Jawaban permasalahan no. 3 :

    Salah satu contoh polisakarida adalah pati. Pati adalah karbohidrat kompleks yang tidak larut dalam air, berwujud putih bubuk, tawar dan tidak berbau. Larutan kanji dibuat dengan menambahkan air pada pati. Laruta kanji ini memilki fase terdispersi padat dan medium pendispersi cair. Pati digunakan sebagai bahan untuk memekatkan makanan cair seperti sup.

    BalasHapus
  2. saya akan menjawab no.2

    karena Sukrosa terdapat dalam gula tebu dan gula bit. Dalam kehidupan sehari-hari sukrosa dikenal dengan gula pasir. Sukrosa tersusun oleh molekul glukosa dan fruktosa yang dihubungkan oleh ikatan 1,2 –α. Sukrosa dibentuk oleh banyak tanaman , tetapi tidak terdapat pada hewan tingkat tinggi. Berlawanan dengan laktosa dan maltosa, sukrosa tidak mengandung atom karbon anomer bebas, karena karbon anomer kedua komponen unit monosakarida pada sukrosa berikatan satu dengan yang lain, karena alasan inilah sukrosa bukan merupakan gula pereduksi.
    nah karena itu lah sukrosa hanya terbentuk pada tumbuhan, karena sukrosa itu dibentuk oleh banyak tanaman

    BalasHapus
  3. disini saya akan menjawab permasalahan no. 1 . Pada kebanyakan disakarida, ikatan kimia yang menggabung kedua unit monosakarida disebut ikatan glikosida. Ikatan glikosida terbentuk antara atom C 1 suatu monosakarida dengan atom O dari OH monosakarida lain atau ikatan tersebut terjadi antara karbon anomerik pada satu monosakarida dan gugus hidroksil pada monosakarida lainnya. Ikatan glikosida segera terhidrolisa oleh asam, tetapi tahan terhadap basa. Jadi, disakarida dapat di hidrolisa menghasilkan komponen monosakarida bebasnya dengan perebusan oleh asam encer. Hidrolisis satu mol disakarida akan menghasilkan dua mol monosakarida.

    BalasHapus

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Pertemuan6 Pembentukan dan Reaktivitas Senyawa Organometalik

Pertemuan14 REAKSI REAKSI SPESIFIK PADA NUKLEOTIDA

Pertemuan5 Mekanisme Reaksi Adisi Elektrofilik pada Senyawa Organik Tidak Jenuh