Pertemuan9 Beberapa Monosakarida dan penentuan stereokimia
Beberapa Monosakarida dan penentuan stereokimia
Kata monosakarida berasal dari Bahasa Yunani, yaitu mono: satu dan sacchar: gula. Monosakarida adalah senyawa karbohidrat dalam bentuk gula yang paling sederhana. Atau monosakarida diartikan sebagai senyawa karbohidrat dalam bentuk gula yang tidak dapat dihidrolisis menjadi bentuk yang lebih sederhana. Monosakarida merupakan senyawa pembentuk disakarida (seperti sukrosa) dan polisakarida (seperti selulosa dan amilum). Beberapa monosakarida umumnya mempunyai rasa manis,
Monosakarida digolongkan berdasarkan jumlah atom karbon yang dikandungnya (triosa, tetrosa, pentosa, heksosa, dan heptosa) dan gugus aktifnya, yang bisa berupa aldehida atau keton. Ini kemudian bergabung, menjadi misalnya aldoheksosa dan ketotriosa. Selanjutnya, tiap atom karbon yang mengikat gugus hidroksil (kecuali pada kedua ujungnya) bersifat optik aktif, sehingga menghasilkan beberapa karbohidrat yang berlainan meskipun struktur dasarnya sama. Sebagai contoh, galaktosa adalah aldoheksosa, namun memiliki sifat yang berbeda dari glukosa karena atom-atomnya disusun berlainan.
Selanjutnya, tiap atom karbon yang mengikat gugus hidroksil (kecuali pada kedua ujungnya) bersifat optik aktif, sehingga menghasilkan beberapa karbohidrat yang berlainan meskipun struktur dasarnya sama. Sebagai contoh, galaktosa adalah aldoheksosa, namun memiliki sifat yang berbeda dari glukosa karena atom-atomnya disusun berlainan.
Sifat umum dari monosakarida adalah larut air, tidak berwarna, dan berbentuk padat kristal. Contoh dari monosakarida adalah glukosa (dextrosa), fruktosa (levulosa), galactosa, xylosa dan ribosa.
Ciri – Ciri Monosakarida :
1) Kristal monosakarida tidak berwarna dan larut dalam air tetapi tidak larut dalam pelarut non polar.
2) Umumnya monosakarida berasa manis.
3) Susunan atom pada monosakarida tidak bercabang.
4) Satu atom dari atom karbon membentuk ikatan ganda dengan atom oksigen membentuk
gugus karbonil.
5) Bila gugus karbonil ini membentuk pada ujung rantai karbon, monosakarida ini memiliki
aldehid sehingga disebut aldosa, dan apabila gugus karbonil terbentuk pada atom karbon
yang lain, monosakarida ini adalah suatu keton dan disebut ketosa.
6) Diantara monosakarida glukosa (aldosa) dan fruktosa (ketosa) adalah yang paling banyak
terdapat dialam.
7) larutannya bersifat optis aktif.
8) larutan monosakarida yg baru dibuat mengalami perubahan sudut putaran disebut
mutarrotasi.
9) semua monosakarida merupakan reduktor sehingga disebut gula pereduksi
C. Macam – Macam Monosakarida
Monosakarida biasanya memiliki tiga sampai sembilan atom karbon, dan berdasarkan jumlah atom karbon penyusunnya, monosakarida dibedakan alas triosa, tetrosa, pentosa, heksosa, heptosa, oktosa, dan nonosa. Jadi, triosa adalah monosakarida yang mempunyai tiga atom karbon. Monosakarida yang paling banyak ditemukan di alam adalah pentosa dan heksosa. Meskipun demikian, triosa, beberapa tetrosa, dan beberapa heptosa juga berperanan penting dalam metabolisme hewan, manusia, dan tanaman. Sebagian besar monosakarida dikenal sebagai heksosa, karena terdiri atas 6-rantai atau cincin karbon. Atom-atom hidrogen dan oksigen terikat pada rantai atau cincin ini secara terpisah atau sebagai gugus hidroksil (OH). Ada tiga jenis heksosa yang penting dalam ilmu gizi, yaitu glukosa, fruktosa, dan galaktosa. Ketiga macam monosakarida ini mengandung jenis dan jumlah atom yang sama, yaitu 6 atom karbon, 12 atom hidrogen, dan 6 atom oksigen. Perbedaannya hanya terletak pada cara penyusunan atom-atom hydrogen dan oksigen di sekitar atom-atom karbon. Perbedaan dalam susunan atom inilah yang menyebabkan perbedaan dalam tingkat kemanisan, daya larut, dan sifat lain ketiga monosakarida tersebut. monosakarida yang terdapat di alam pada umumnya terdapat dalam bentuk isomer dekstro (D). gugus hidroksil ada karbon nomor 2 terletak di sebelah kanan. Struktur kimianya dapat berupa struktur terbuka atau struktur cincin. Jenis heksosa lainyang kurang penting dalam ilmu gizi adalah manosa. Monosakarida yang mempunyai lima atom karbon disebut pentosa, seperti ribosa dan arabinosa.
Berikut macam-macam monosakarida : dengan ciri utamanya memiliki jumlah atom C berbeda-beda :
1) Triosa ( C3) : Gliserosa, Gliseraldehid, Dihidroksi aseton
2) Tetrosa (C4) : threosa, Eritrosa, xylulosa
3) Pentosa (C5) : Lyxosa, Xilosa, Arabinosa, Ribosa, Ribulosa
4) Hexosa (C6) : Galaktosa, Glukosa, Mannosa, fruktosa
D. Bentuk Cincin Monosakarida
Bentuk hemiasetal dapat terjadi dalam gula molekul aldosa atau ketosa yang sama dimana karbonil fungsional bereaksi dengan salah satu gugus hidroksilnya. Hasilnya adalah enam-anggota cincin gula yang disebut piranosa. Dalam hal ini atom oksigen dari gugus hidroksil pada C-5 untuk bereaksi membentuk cincin, C-5 harus berotasi untuk membawa atom oksigennya ke atas/naik. Rotasi ini mem-bawa gugus hidroksimetil (C-6) ke posisi di atas cincin. Gambar cincin D-glukopiranosa di bawah ini menunjukkan proyeksi Haworth.
Aldehid dan keton dapat bereaksi dengan alkohol membentuk hemiasetal dan hemiketal. Hemiasetal dan hemiketal sikliks terbentuk jika gugus keton atau aldehid dan alcohol terbentuk dalam 1 molekul.
Monosakarida mempunyai gugus karbonil (keton/aldehid) dan gugus hidroksil dalam tiap molekulnya. Oleh karena itu monosakarida dapat membentuk hemiasetal atau hemiketal siklik.misalnya: glukosa dan fruktosa.
E. Struktur dan penamaan (nomenklatur)
Dengan beberapa pengecualian (contohnya deoksribosa), monosakarida mempunyai rumus kimia umum Cx(H2O)y, di mana x minimal 3. Struktur dan nomenklatur (penamaan) Monosakarida dapat dikelompokkan berdasarkan jumlah atom karbon (atau jumlah x) yang terkandung: diosa (2) triosa (3) tetrosa (4), pentosa (5), heksosa (6), heptosa (7), dan seterusnya. Jenis monosakarida yang paling penting, glukosa,
Monosakarida rantai lurus
grup
Stereokimia Monosakarida
Berdasarkan stereokimia, monosakarida terbagi menjadi beberapa golongan. Stereokimia adalah studi mengenai susunan spasial dari molekul. Salah satu bagian dari stereokimia adalah stereoisomer. Stereoisomer mengandung pengertian:
1) memiliki kesamaan order dan jenis ikatan
2) memiliki perbedaan susunan spasial
3) memiliki perbedaan properti (sifat).
Struktur glukosa atau karbohidrat yang lain dapat digambarkan dalam tiga bentuk stereokimia:
1) Proyeksi Fischer (rantai lurus/linier)
2) Struktur Haworth (siklik/cincin sederhana)
3) konformasi kursi
Namun para kimiawan sering menggambarkan struktur monosakarida siklik menggunakan proyeksi Haworth bukan proyeksi Fischer.
Proyeksi Haworth dan Proyeksi Fischer.
Proyeksi Haworth tidak menggambarkan yang sesungguhnya karena cincin piranosa yang sesungguhnya membentuk kursi seperti sikloheksana tidak datar. Meski demikian proyeksi ini digunakan secara luas.
Proyeksi Fischer ~> Proyeksi Haworth :

Gugus Hidroksil yang ada dikanan pada proyeksi Fischer digambarkan dibawah pada proyeksi Haworth dan sebaliknya. Untuk gula D gugus -CH2OH ujung selalu digambarkan diatas, gula L sebaliknya.

Gugus Hidroksil yang ada dikanan pada proyeksi Fischer digambarkan dibawah pada proyeksi Haworth dan sebaliknya. Untuk gula D gugus -CH2OH ujung selalu digambarkan diatas, gula L sebaliknya.
Enantiomer merupakan pasangan dari stereoisomer. Dalam hal ini terdapat aturan yaitu:
1) Diberi awalan D dan L
2) Keduanya merupakan gambar cermin yang tak mungkin saling tumpang tindih.
Notasi D Vs L
Notasi D dan L dilakukan karena adanya atom C dengan konfigurasi asimetris seperti pada gliseraldehida.
pertanyaan:
1. Mengapa Gula yang dapat membentuk lima-anggota cincin yang disebut dengan furanosa, jarang terjadi?
2. Apakah perbedaan cincin firanosa dan cincin furanosa pada monosakarida, sertakan contohnya?
3. Jelaskan bagaimana cara umum untuk menampilkan struktur siklik monosakarida dengan menggunakan proyeksi?
4. Jelaskan perbedaan susunan spasial yang dimiliki oleh stereoisomer pada stereokimia?

Baiklah saudari dara saya akan menjawab nomor satu yaitu Mengapa Gula yang dapat membentuk lima-anggota cincin yang disebut dengan furanosa, jarang terjadi
BalasHapusKarena ketika atom karbon dari gugus karbonil terlibat dalam formasi cincin, untuk mnjadi hemiasetal (piranosa atau furanosa) ia menjadi kiral. Dengan gula -D konfigurasi yang memiliki gugus hidroksil di bawah cincin disebut dengan bentuk alpha
Baiklah saudari dara saya akan menjawab nomor dua yaitu Apakah perbedaan cincin firanosa dan cincin furanosa pada monosakarida, sertakan contohnya
BalasHapusStruktur cincin piranosa (turunan dari piran) terbentuk karena aldehida bereaksi dengan alkohol dan membentuk senyawa turunan yang disebut hemiasetal. Reaksi ini terjadi antara atom karbon aldehida no 1 dengan gugus hidroksil bebas pada atom karbon ke-5 sehingga terbentuk struktur cincin bersudut 6. Hanya aldosa yang memiliki 5 atau lebih atom karbon yang dapat membentuk cincin piranosa yang stabil.
Ada pula reaksi yang membentuk cincin 5 sudut beranggotakan lima furan yang disebut furanosa. Pada ketoheksosa gugus hidroksil pada atom karbon 5 bereaksi dengan gugus karbonil pada atom karbon 2, membentuk cincin furanosa yang mengandung suatu ikatan hemiaketal.
Penggambaran struktur piranosa dan furanosa karbohidrat biasanya dilakukan dengan menggunakan proyeksi Haworth. Pinggir cincin yang dekat dengan pembaca ditulis lebih tebal. Cincin piranosa terdapat dalam dua bentuk yaitu bentuk kapal dan bentuk kursi. Bentuk yang paling umum adalah bentuk kursi karena bentuk ini lebih stabil daripada bentuk kapal.
Baiklah saya akan menjawab permasalahan anda yang ke 3
BalasHapusUntuk menampilkan struktur siklik monosakarida, maka dapat menggunakan proyeksi haworth, dimana untuk menampilkannya dapat digambarkan dengan cara menggambar struktur lingkar monosakarida dengan perspektif tiga dimensi sederhana. contohnya Proyeksi Haworth atas struktur α-D-glukopiranosa, atom-atom yang diberi angka 1 hingga 6 semuanya adalah atom karbon. Karbon 1 dikenal sebagai karbon anomer.
Atom hidrogen pada karbon itu implisit. Dalam contoh ini, atom 1 sampai 6 memiliki atom hidrogen akstra yang tak digambarkan.
Garis yang dipertebal menandai atom yang lebih dekat ke pengamat. Dalam contoh ini di kanan, atom 2 dan 3 (dan grup OH yang berhubungan) paling dekat ke pengamat, atom 1 dan 4 lebih jauh dari pengamat dan akhirnya atom sisanya (5, dsb.) ialah yang terjauh.
Baiklah, saya akan mencoba menjawab permasalahan ke-4
BalasHapuspada dasarnya perbedaan susunan spasial yang dimiliki oleh stereoisomer pada stereokimia adalah Berdasarkan stereokimia, monosakarida terbagi menjadi beberapa golongan. Stereokimia adalah studi mengenai susunan spasial dari molekul. Salah satu bagian dari stereokimia adalah stereoisomer. Stereoisomer mengandung pengertian:
1. memiliki kesamaan order dan jenis ikatan
2. memiliki perbedaan susunan spasial
3. memiliki perbedaan properti (sifat).
Enantiomer merupakan pasangan dari stereoisomer. Dalam hal ini terdapat aturan yaitu:
1. Diberi awalan D dan L
2. Keduanya merupakan gambar cermin yang tak mungkin saling tumpang tindih
sebagai contohnya, yaitu antara cis-2-butena dan trans-2-butena , yakni Pola ikatan atom dalam dua isomer ini pada dasarnya sama, yang membedakan hanya orientasi relatif atau konfigurasi dari dua kelompok metil (dan dua atom hidrogen yang terkait) tentang ikatan rangkap. Dalam cis isomer kelompok metil berada di sisi yang sama; sedangkan mereka berada di sisi yang berlawanan di isomer trans. Isomer yang berbeda hanya dalam orientasi spasial atom komponennya disebut stereoisomer. Stereoisomer selalu membutuhkan bahwa nomenklatur awalan tambahan ditambahkan ke nama IUPAC untuk menunjukkan orientasi spasial mereka, misalnya, cis (Latin, artinya di sisi ini) dan trans (Latin, yang berarti seluruh) dalam kasus 2-butena. sekian :)