Pertemuan14 REAKSI REAKSI SPESIFIK PADA NUKLEOTIDA


REAKSI REAKSI SPESIFIK PADA NUKLEOTIDA



Penamaan molekul asam nukelat didasarkan pada sifat molekulnya yaitu asam dan tempat pertama kali molekul ini ditemukan yaitu di dalam inti sel atau nukleus = nukleat . Nukleotida yang merupakan monomer asam nukleat (building block) memiliki banyak fungsi dalam metabolisme selular. Sebagai konstituen asam nukleat, deoxyribonucleic acid (DNA) dan ribonucleic acid (RNA), nukleotida berfungsi sebagai gudang informasi genetik.
Struktur protein dan metabolisme biomolekul dan komponen selular lainnya merupakan produk informasi yang sudah terprogram dalam nukleotida. RNA juga terdiri atas nukleotida yang memiliki banyak fungsi. Ribosomal RNA (rRNA) adalah komponen ribosom yang bertanggungjawab pada sintesis protein. Massenger RNA (mRNA) merupakan intermediet yang membawa informasi genetik dari suatu gen ke ribosom. Transfer RNA (tRNA) adalah molekul yang menerjemahkan informasi pada mRNA untuk menentukan asam amino spesifik. Selain gudang genetik, nukleotida juga merupakan bagian dari koenzim, donor gugus fosforil (ATP dan GTP), donor gula (UDP dan GDP-gula) atau donor lipid (CDP-asilgliserol). Bentuk energi pada metabolisme tubuh tergantung pada adanya transfer gugus fosforil.
Fungsi dari nukleat
Untuk Menyimpan, mentransmisi dan mentranslasi:
• informasi genetik
• metabolisme antara (intermedier metabolism)
• reaksi-reaksi informasi energi
• koenzim pembawa energi
• koenzim pemindah asam asetat, zat gula, senyawa amino dan biomolekul lainnya
• koenzim reaksi oksidasi reduksi



Nukleotida dan Nukleosida
Nukleotida merupakan nukleosida yang gugus gula pada posisi 5 – nya mengikat gugus fosfat dengan ikatan ester Berdasarkan kandungan gula pentosanya ada 2 jenis nukleotida yaitu:
            1.Nukleotida yang memiliki gugus gula ribosa
            2.Nukleotida yang memiliki gugus gula deoksiribosa
         Kedua jenis nukleotida ini bisa menjadi monomer polymer asam nukleat, RNA dan DNA  Nukleotida memiliki tiga karakteristik komponen yaitu basa nitrogen heterosiklik, gula pentosa dan gugus fosfat. Molekul nukleotida yang gugus fosfatnya mengalami hidrolisis dinamakan dengan nukleosida. Basa dan gula pentosa penyusun nukleotida merupakan bentuk senyawa heterosiklik.
Beberapa nukleotida lain terdapat bebas dan mempuyai fungsi penting dalam sel, yang berperan penting dalam transfer gugus fosfat untuk menerima dan mengantar energi.  misalnya:
1.      Adenosin 5’-monofosfat (AMP),
2.      Adenosin 5’-difosfat (ADP) dan
3.      Adenosin 5’-trifosfat (ATP).


Nukleotida lain yang berbentuk siklik seperti:
        Adenosin 3’-5’- siklik monofosfat (AMP siklik atau cAMP) berperan sebagai kurir sekunder dalam mengendalikan metabolisme hormon adrenalin 
Nukleotida bebas lain adalah: guanosin siklik monofosfat (GMP siklik=cGMP) yang berfungsi sebagai penghambat enzim yang dirangsang oleh cAMP
Anabolisme Asam Nukleat
       Hampir semua organisme mampu mensintesis nukleotida dr prekursor yg lebih sederhana, jalur de novo untuk nukleotida mirip utk setiap organisme.
       Nukleotida juga dapat disintesis dari hasil pemecahan nukleotida yang telah ada  salvage pathway  (recycle) yaitu dari degradasi pirimidin dan purin  dari sel yang mati (regenerasi) atau dari makana.
 Katabolisme Asam Nukleat :
         Asam Nukleat  akan dipecah menjadi molekul-molekul yang lebih kecil oleh berbagai enzim yang terdapat dalam saluran pencernaan .  DNA dan RNA dipecah dalam getah usus oleh enzim polinukleotidase atau fosfodiesterase menjadi mononukleotida.
                              mononukleosidase
Mononukleotida -------------------> Nukleosida  
                           nukleosidase
Nukleosida ---------------------> gula dan basa purin/pirimidin

DEGREDASI NUKLEOTIDA
·         Di dalam usus halus tjd pemutusan ikatan fosfodiester oleh endonuklease (pankreas)  oligonukleotida
·         Dipecah lebih lanjut dg fosfodiesterase (ensim exonuclease non spesifik)  monofosfat
·Dipecah lbh lanjut fosfomonoesterase dikenal sebagai nukleotidase  menghasilkan  nukleosida and orthophosphate.  Nucleosida phosphorylase menghasilkan  basa dan dan ribose-1-phosphate.
·
Jika basa atau nukleosida tidak digunakan kembali utk salvage pathways, basa akan lebih lanjut didegradasi:
 asam urat            ureidopropionat
 (purin)                   (pyrimidine).
Metabolisme DNA dan RNA
Merupakan proses metabolisme informasi, yang berbeda dgn metabolisme-metabolisme yang telah dipelajari sebelumnya: metabolisme intermediate, enzim berperanan dlm setiap reaksi yg terjadi.  Proses perlekatan substrat dan menghasilkan produk Metabolisme informasi.  ada cetakan yang perlu diterjemahkan menjadi produk.
Cetakan  DNA atau RNA, proses juga melibatkan berbagai enzim.
Proses utama dlm metabolisme informasi:
·         Replikasi DNA berperan sbg cetakan untuk sintesisnya sdr
Transfer informasi melibatkan pembukaan double helix DNA yang diikuti secara bersamaan dengan pembentukan dua pita baru pasangan dari pita DNA yang lama.
·         Transkripsi  Informasi yang ada pada DNA menentukan RNA yang diproduksi
Suatu proses untuk membaca informasi yang disimpan dalam urutan nukleotida DNA …….RNA
RNA sintesis membutuhkan ensim RNA polimerase
Mekanisme dibagi menjadi 3
Inisiasi
Elongasi
Terminasi
·         Translasi  RNA berperan sbg cetakan untuk sintesis suatu rantai polipeptida ttt
·Translasi  adalah proses membaca kodon dan menggabungkan asam amino yang sesuai bersama-sama dengan ikatan peptida.
·Komponen proses translasi:
-mRNA  consist of genetic code
-Ribosome
-tRNA together with a.a
-Enzymes
Replikasi dan transkripsi hanya menggunakan 4 nukleotida
Translasi, mengubah bahasa nukleotida yg terdiri dari 4 nukleotida menjadi bahasa protein yang terdiri dari 20 huruf asam amino. Persamaan replikasi, transkripsi dan translasi
 membutuhkan cetakan
 proses terdiri dari inisiasi, elongasi dan terminasi
 Ribonukleosida dan deoksinukleosida dalam sel tidak hanya berbentuk 5’-monofosfat
tetapi juga dapat berbentuk 5’-difosfat dan 5’-trifosfat. Nukleosida 5’-difosfat dan 5’-trifosfat (NDP dan NTP) merupakan asam kuat yang terdisosiasi dengan tiga dan empat proton dari kondensasi gugus fosforik. Oleh karena itu, NDP dan NTP dapat membentuk kompleks divalent dengan Mg2+ dan Ca2+. Dalam sitoplasma, NDP dan NTP ditemukan dalam bentuk kompleks Mg2+. Gugus fosforik dapat mengalami hidrolisis dengan bantuan enzim membentuk molekul fosfat anorganik. ATP adalah salah satu contoh NTP yang memiliki gugus fosfat dan pirofosfat serta berperan pada transfer energi kimia pada reaksi enzimatik. ATP bisa mengalami defosforilasi menjadi ADP, sebaliknya ADP dapat mengalami refosforilasi menjadi ATP pada proses respirasi. Selain sisten ATP-ADP, transfer gugus fosfat pada sel dapat melibatkan GTP, UTP dan CTP. Akan tetapi, sistem GTP, UTP dan CTP hanya berlangsung pada bagian biosintesis spesifik.
DNA dan RNA

a. Ikatan Fosfodiester
Molekul nukleotida akan membentuk asam nukleat dengan membentuk ikatan fosfodiester dimana gugus 5’-fosfat pada unit nukleotida akan berikatan dengan gugus 3’- hidroksil pada unit nukleotida lainnya. Ikatan kovalen pada asam nukleat terdiri atas gugus fosfat dan gula pentosa yang linear dengan basa nitrogen heterosiklik sebagai interval cabangnya. Semua ikatan fosfodiester dapat membentuk rantai panjang yang linear dengan polaritas spesifik pada 5’-end dan 3’-end. Ujung nukleotida yang memiliki posisi 5’ dinamakan 5’-end sedangkan ujung lainnya yang memiliki posisi 3’ dinamakan 3’-end. Berdasarkan konvensi, rantai single asam nukleat selalu digambarkan dengan 5’-end pada kiri dan 3’-end pada kanan sehingga arahnya 5’ ke 3’.
DNA
Suatu organisme menterjemahkan informasi spesifik berupa jenis asam amino yang akan menyusun protein dari nukleotida yang menyusun DNA. Kode pada DNA terdiri dari banyak kombinasi 4jenis basa nitrogen pada nukleotida. Informasi yang diterjemahkan dari DNA akan digunakan pada setiap metabolisme pada organisme. Rantai tunggal DNA selalu memiliki gugus 5’ fosfat bebas pada satu ujung dan gugus 3’ hidroksil pada ujung lainnya. Molekul DNA pada organisme berupa dua rantai doble heliks. Jika suatu rantai DNA memiliki kode GTCCAT maka susunannya adalah 5’ pGpTpCpCpApT – OH 3’. Aturan
Chargaff menyatakan bahwa proporsi A selalu sama dengan T dan proporsi G selalu sama
dengan C (A=T dan G=C) sehingga proporsi purin sama dengan pirimidin.

RNA
Molekul RNA pada sitoplasma yang menjadi template sintesis protein dinamakan dengan messenger RNA (mRNA). Molekul ribosomal RNA (rRNA) berkontribusi pada formasi dan fungsi ribosom sedangkan transfer RNA (tRNA) melakukan translasi informasi RNA menjadi polimer asam amino. RNA juga memiliki struktur sekunder dimana antar basa nitrogen penyusunnya memiliki ikatan hidrogen.
RNA memiliki struktur yang mirip dengan DNA tetapi memiliki dua perbedaan. Pertama, molekul RNA mengandung gula ribosa dimana karbon nomor 2 berikatan dengan gugus hidroksil, sedangkan pada struktur DNA gugus hidroksil tersebut diganti dengan atom hidrogen. Kedua, molekul RNA mengandung basa nitrogen urasil sedangkan DNA.
ATP dan ADP
Pada respirasi selular, glukosa dan molekul organik lainnya dipecah menjadi molekul yang lebih kecil lewat beberapa tahap. Elektron dari senyawa organik biasanya ditransfer ke NAD+ sebagai koenzim. Nicotinamide Adenine Dinucleotide (NAD+) akan berfungsi sebagai agen pengoksidasi dengan membentuk Nicotinamide Adenine Dinucleotide Hydrate (NADH).
 Energi yang dihasilkan akan digunakan untuk regenerasi ATP.Adenosine triphosphate (ATP) memiliki struktur adenosin yang terikat dengan tiga gugus fosfat seperti pada Gambar 3.12. Adenosin adalah nukleosida yang mengandung basa nitrogen adenin dan gula pentosa ribosa. Tiga gugus fosfat yang terikat pada gula pentosa dilabeli dengan nama α, β, dan γ. Gugus fosfat tersebut merupakan gugus konstituen yang kaya akan energi. Ikatan energi tinggi fosfoanhidrat jika mengalami hidrolisis akan menghasilkan energi. Energi yang dilepaskan berasal dari perubahan kimia ke tingkat energi yang lebih rendah. Hidrolisis ATP terlibat dalam metabolisme selular seperti mekanika, transport dan kimia.

PERMASALAHAN
1.      Tolong saudara jelaskan perbedaan spesifik antara Nukleotida yang memiliki gugus gula ribosa dengan Nukleotida yang memiliki gugus gula deoksiribosa?
2.      Mengapa Kedua jenis nukleotida tersebut (Nukleotida yang memiliki gugus gula ribosa dengan Nukleotida yang memiliki gugus gula deoksiribosa) bisa menjadi monomer polymer asam nukleat, RNA dan DNA ?
3.      Pada degredasi nukleotida Di dalam usus halus tjd pemutusan ikatan fosfodiester. Jelaskan bagaimana ikatan fosfodiester tersebut?
4.      Jelaskan bagaimana Nukleotida yang berbentuk siklik seperti:  Adenosin 3’-5’- siklik monofosfat (AMP siklik atau cAMP) dapat berperan sebagai kurir sekunder dalam mengendalikan metabolisme hormon adrenalin?

Komentar

  1. Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.

    BalasHapus
  2. saya akan mencoba menjawab permasalahan ke-1
    Gula Ribosa
    Ini adalah gula pentosa yang memiliki lima atom karbon dan sepuluh atom hidrogen. Rumus molekul adalah C5H10O5. Hal ini juga dikenal sebagai aldopentosa karena memiliki gugus aldehida yang melekat pada ujung rantai dalam bentuk terbuka. Gula ribosa adalah monosakarida biasa di mana satu atom oksigen melekat pada setiap atom karbon dalam rantai. Pada atom karbon kedua, bukan hidrogen, gugus hidroksil terpasang.



    Gugus-gugus hidroksil pada atom karbon kedua, ketiga dan kelima bebas sehingga tiga atom fosfat dapat menempel. Ribonukleosida dibentuk oleh kombinasi dari gula ribosa dan basa nitrogen menjadi ribonukleotida, ketika sebuah atom fosfat akan melekat padanya. Basa dapat berupa purin atau piramidin yang sebenarnya jenis asam amino. Asam amino adalah bahan penyusun bangunan untuk protein.

    Ribonukleotida atau asam ribonukleat (RNA) memiliki tiga pusat kiral dan delapan stereoisomer. Gula ribosa ditemukan dalam RNA organisme hidup. RNA merupakan molekul beruntai tunggal. RNA atau asam ribonukleat adalah molekul yang bertanggung jawab untuk coding dan decoding informasi genetik. Dalam bahasa yang sederhana membantu untuk menyalin dan mengungkapkan cetak biru organisme dan juga membantu dalam transfer informasi genetik untuk keturunan tersebut. Mereka juga membantu dalam sintesis protein.

    Gula deoksiribosa
    Deoksiribosa juga merupakan bentuk gula pentosa tetapi dengan kurang satu atom oksigen. Rumus kimia gula deoksiribosa adalah C5H10O4. Ini juga merupakan gula aldopentosa karena memiliki gugus aldehida yang melekat padanya. Modifikasi ini membantu enzim hadir dalam tubuh makhluk hidup untuk membedakan antara asam ribonukleat dan asam deoksiribonukleat. Bentuk gula deoksiribosa adalah sedemikian rupa sehingga empat dari lima atom karbon bersama dengan atom oksigen membentuk cincin beranggota lima. Atom karbon yang tersisa melekat dua atom hidrogen dan terletak di luar cincin. Gugus-gugus hidroksil pada atom karbon ketiga dan kelima bebas untuk melekatkan atom fosfat.

    BalasHapus
  3. Baiklah dara saya akan menjawab permasalahan anda no 3 :
    Molekul nukleotida akan membentuk asam nukleat dengan membentuk ikatan fosfodiester dimana gugus 5’-fosfat pada unit nukleotida akan berikatan dengan gugus 3’- hidroksil pada unit nukleotida lainnya. Ikatan kovalen pada asam nukleat terdiri atas gugus fosfat dan gula pentosa yang linear dengan basa nitrogen heterosiklik sebagai interval cabangnya. Semua ikatan fosfodiester dapat membentuk rantai panjang yang linear dengan polaritas spesifik pada 5’-end dan 3’-end. Ujung nukleotida yang memiliki posisi 5’ dinamakan 5’-end sedangkan ujung lainnya yang memiliki posisi 3’ dinamakan 3’-end. Berdasarkan konvensi, rantai single asam nukleat selalu digambarkan dengan 5’-end pada kiri dan 3’-end pada kanan sehingga arahnya 5’ ke 3 .

    Polimer tersebut terbentuk akibat ikatan yang terjadi antara gugus fosfat pada satu nukleotida dengan gula deoksiribosa pada nukleotida terdekatnya. Ikatan tersebut tepatnya terjadi antara gugus fosfat dengan atom karbon nomor 3 pada gula deoksiribosa. Ikatan itu disebut dengan ikatan fosfodiester.

    BalasHapus
  4. Saya akan mencoba menjawab pertanyaan nomor 2, yaitu:
    Mengapa Kedua jenis nukleotida tersebut (Nukleotida yang memiliki gugus gula ribosa dengan Nukleotida yang memiliki gugus gula deoksiribosa) bisa menjadi monomer polymer asam nukleat, RNA dan DNA ?

    Asam-asam nukleat seperti asam dioksiribosa nukleat (DNA) dan asam ribonukleat (RNA) memberikan dasar kimia bagi pemindahan keterangan di dalam semua sel. Asam nukleat merupakan molekul makro yang memberi keterangan tiap asam nukleat mempunyai urutan nukleotida yang unik sama seperti urutan asam amino yang unik dari suatu protein tertentu karena asam nukleat merupakan rantai polimer yang tersusun dari satuan monomer yang disebut nukleotida(Dage, 1992).
    Dua tipe utama asam nukleat adalah asam dioksiribonukleat(DNA) dan asam ribonukleat(RNA). DNA terutama ditemui dalam inti sel, asam ini merupakan pengemban kode genetik dan dapat memproduksi atau mereplikasi dirinya dengan tujuan membentuk sel-sel baru untuk memproduksi organisme itu dalam sebagian besar organisme, DNA suatu sel mengerahkan sintesis molekul RNA, satu tipe RNA, yaitu messenger RNA(mRNA), meninggalkan inti sel dan mengarahkan tiosintesis dari berbagai tipe protein dalam organisme itu sesuai dengan kode DNA-nya(fessenden, 1990).

    BalasHapus
  5. baiklah saya akan menjawab pertanyaan no 4

    Adenosina monofosfat siklik (AMP siklik atau cAMP) adalah molekul berbentuk cincin yang dibuat dari ATP yang merupakan molekul pensinyalan intraseluler yang umum (mesenjer kedua) pada sel eukariota, misalnya dalam sel endokrin vertebrata. Senyawa ini juga merupakan pengatur beberapa operon bakteri. ATP diubah menjadi cAMP oleh enzim yang ada di membran plasma yaitu Adenil siklase sebagai respon terhadap sinyal ekstraseluler. Contoh sinyal ekstraselulernya adalah adrenalin.

    cAMP disentesis dari ATP oleh adenilat adenylyl terletak disisi bagian dalam membram plasma. Adenylyl adenilat diaktifkan oleh berbagai molekul siyal melaui aktivasi denilat adenylyl stimulasi G (Gs)- protein coupled dan menghambat reseptor oleh agonis dari adenilat hambat adenylyl G (Gi)- protein couplet reseptor. Adenilat Hatiadenylyl bereaksi lebih kuat untuk glukagon, dan otot adenilat adenylyl bereaksi lebih kuat dengan adrenalin.

    Mekanisme Siklik AMP untuk Pengaturan Fungsi Sel Kurir Kedua´ untuk Perantaraan Hormon

    Sebagian besar hormon memberikan efeknya pada sel, pertama-tama dengan cara membentuk bahan siklik.3’, 5’ adenosine monofosfat (siklik AMP). Begitu bentuk, bahan siklik AMP akan menyebabkan hormone itu dapat bekerja di dalam sel. Jadi, siklik AMP merupakan bahwa siklik AMP bahan perantara hormone intraseluler.

    Mula-mula hormone perangsang berkaitan dulu dengan reseptor yang´spesifik´ untuk hormon itu, reseptor ini terletak pada permukaan membrane sel target.Sifat khusu dari reseptor ini menentukan hormone mana yang mempengaruhi sel target.sesudah berkaitan dengan reseptor membrane, gabungan hormone dan reseptor ini lalu mengaktifkan enzim protein adenil siklase.Enzim ini juga terdapat dalam membran dan berikatan secara langsung dengan reseptor protein atau yang sangat erat hubungannya dengan reseptor protein itu. Namun, sebagian besar enzim adenil siklase ini menonjol ke permukaan dalam membran masuk sampai disitoplasma dan, bila enzim diaktifkan, maka akan segera menyebabkan perubahan sebagian besar ATP sitoplasma menjadi siklik AMP.
    Begitu terbentuk siklik AMP ini didalam sel maka siklik AMP ini akan mengaktifkan enzim yang lain.ternyata, siklik AMP ini biasanya akan mengaktifkan serangkaian enzim. Jadi, dalam hal ini ada enzim yang pertama diaktifkan, dan enzim ini selanjutnya akan mengaktifkan enzim yang lainnya, yang nantinya akan mengaktifkan enzim yang lainnya, yang nantinya akan mengaktifkan enzim yang ketiga, dan begitu selanjutnya.makna dari mekanisme ini adalah dengan hanya sedit molekul adenil siklase dalam membrane sel yang sudah diaktifkan dapat mengaktifkan lebih banyak lagi molekul enzim yang lain, dan keadaan ini masih dapat mengaktifkan beberapa kali lagi sebagian besar molekul enzim ketiga, dan begitu selanjutnya. Dengan cara inilah, walaupun hormone yang bekerja pada permukaan sel itu hanya sedikit saja namun ternyata hormone itu sudah dapat memulai terjadinya serangkaian tenaga pengaktif yang sangat akut diseluruh sel.
    Kerja spesifik yang terjadi sebagai suatu respon terhadap siklik AMP yang terjadi didalam sel target tergantung pada sifat struktur intraselular, beberapa sel yang mempunyai serangkaian enzim dan sel ini juga mempunyai enzim yang lain

    BalasHapus

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Pertemuan6 Pembentukan dan Reaktivitas Senyawa Organometalik

Pertemuan5 Mekanisme Reaksi Adisi Elektrofilik pada Senyawa Organik Tidak Jenuh