Pertemuan15 PRESENTASI : Pembentukan Struktur Sekunder dan Tersier pada Protein
PRESENTASI
: Pembentukan Struktur Sekunder dan Tersier pada Protein
Kebanyakan protein merupakan enzim
atau subunit enzim. Jenis protein lain berperan dalam fungsi struktural atau
mekanis, misalnya protein yang membentuk batang dan sendi sitoskeleton. Protein
terlibat dalam sistem imun sebagai antibodi, sistem kendali dalam bentuk
hormon, sebagai komponen penyimpanan (dalam biji) dan juga dalam transportasi
hara. Sebagai salah satu sumber gizi, protein berperan sebagai sumber asam amino
bagi organisme yang tidak mampu membentuk asam amino tersebut (heterotrof).
Protein (asal kata protos dari
bahasa Yunani yang berarti "yang paling utama") adalah senyawa organik
kompleks berbobot molekul tinggi yang Segelas susu sapi. Susu sapi merupakan
salah satu sumber protein. merupakan polimer dari monomer asam amino yang dihubungkan
satu sama lain dengan ikatan peptida. Molekul protein mengandung karbon,
hidrogen, oksigen, nitrogen dan kadang kala sulfur serta fosfor. Protein berperan
penting dalam struktur dan fungsi semua sel makhluk hidup dan virus.
Protein merupakan salah satu dari
biomolekul raksasa, selain polisakarida, lipid, dan polinukleotida, yang
merupakan penyusun utama makhluk hidup. Selain itu, protein merupakan salah satu
molekul yang paling banyak diteliti dalam biokimia. Protein ditemukan oleh Jöns
Jakob Berzelius pada tahun 1838. Biosintesis protein alami sama dengan ekspresi
genetik. Kode genetik yang dibawa DNA ditranskripsi menjadi RNA, yang berperan
sebagai cetakan bagi translasi yang dilakukan ribosom. Sampai tahap ini,
protein masih "mentah", hanya tersusun dari asam amino proteinogenik.
Melalui mekanisme pascatranslasi, terbentuklah protein yang memiliki fungsi
penuh secara biologi.
PENGERTIAN
STRUKTUR PROTEIN
Struktur protein merupakan sebuah
struktur biomolekuler dari suatu molekul protein. Setiap protein, khususnya
polipeptida merupakan suatu polimer yang merupakan urutan yang terbentuk dari
berbagai asam L-α-amino (urutan ini juga disebut sebagai residu).
Perjanjiannya, suatu rantai yang panjangnya kurang dari 40 residu disebut sebagai
sebagai polipeptida, bukan sebagai protein. Untuk dapat melakukan fungsi
biologis, protein melipat ke dalam satu atau lebih konformasi spasial yang
spesifik, didorong oleh sejumlah interaksi non-kovalen seperti ikatan hidrogen,
interaksi ionik, gaya van der Waals, dan sistem kemasan hidrofobik.
Struktur tiga dimensi perotein
sangat diperlukan untuk memahami fungsi protein pada tingkat molekul. Struktur
protein bervariasi dalam hal ukuran, dari puluhan hingga ribuan residu. Protein
diklasifikasikan berdasarkan ukuran fisik mereka sebagai nanopartikel (1-100
nm). Sebuah protein dapat mengalami perubahan struktural reversibel dalam menjalankan
fungsi biologisnya. Struktur alternatif protein yang sama disebut sebagai
konformasi.
Struktur protein dapat dilihat
sebagai hierarki, yaitu berupa struktur primer (tingkat satu), Struktur Struktur
tersier protein. Protein ini memiliki banyak struktur sekunder beta-sheet dan
alpha-helix yang sangat pendek. Model dibuat dengan menggunakan koordinat dari
Bank Data Protein (nomor 1EDH). sekunder (tingkat dua), tersier (tingkat tiga),
dan kuartener (tingkat empat): struktur primer protein merupakan urutan asam amino
penyusun protein yang dihubungkan melalui ikatan peptida (amida).
gabungan dari peptida peptida ini membentuk protein dinamakan polipeptida
Struktur
Sekunder Protein
Struktur sekunder mengacu
sub-struktur reguler. Dua jenis utama dari struktur sekunder yaitu alfa heliks
dan beta sheet, yang diusulkan pada tahun 1951 oleh Linus Pauling. Struktur
sekunder ditentukan oleh pola ikatan hidrogen antara gugus peptida rantai
utama. Struktur sekunder mempunyai geometri reguler, yang dibatasi untuk
nilai-nilai tertentu dari sudut dihedral ψ dan φ pada plot Ramachandran.
Struktur
Tersier Protein
Struktur tersier mengacu pada
struktur tiga dimensi molekul protein tunggal. Alfa heliks dan beta sheet
dilipat menjadi suatu bulatan. Lipatan tersebut dikendalikan oleh interaksi
hidrofobik, tapi struktur tersebut dapat stabil hanya bila bagian-bagian
protein terkunci pada tempatnya oleh interaksi tersier yang spesifik, seperti
jembatan garam, ikatan hidrogen , dan kemasan ketat rantai samping dan ikatan
disulfida.
Struktur
Kuartener Protein
Struktur kuartener adalah struktur
tiga dimensi dari beberapa subunit protein yang terikat bersama. Dalam konteks
ini, struktur kuaterner distabilkan oleh interaksi non-kovalen yang sama dan
ikatan disulfida sebagai struktur tersier. Kompleks dari dua atau lebih
polipeptida disebut
Frederick Sanger merupakan ilmuwan
yang berjasa dengan temuan metode penentuan deret asam amino pada protein,
dengan penggunaan beberapa enzim protease yang mengiris ikatan antara asam
amino tertentu, menjadi fragmen peptide yang lebih pendek untuk dipisahkan
lebih lanjut dengan bantuan kertas kromatografik. Urutan asam amino menentukan
fungsi protein, pada tahun 1957, Vernon Ingram menemukan bahwa translokasi asam
amino akan mengubah fungsi protein, dan lebih lanjut memicu mutasi genetik. struktur
sekunder protein adalah struktur tiga dimensi lokal dari berbagai rangkaian
asam amino pada protein yang distabilkan oleh ikatan hidrogen. Berbagai bentuk
struktur sekunder misalnya ialah sebagai berikut:
a. alpha
helix (α-helix, "puntiran-alfa"),
berupa pilinan rantai asam-asam
amino berbentuk seperti spiral; beta-sheet (β-sheet, "lempeng-beta"),
berupa lembaran-lembaran lebar yang tersusun dari sejumlah rantai asam amino yang
saling terikat melalui ikatan hidrogen atau ikatan tiol (S-H); beta-turn, (β-turn,
"lekukan-beta"); dan gamma-turn, (γ-turn, "lekukangamma").
struktur tersier yang merupakan
gabungan dari aneka ragam dari struktur sekunder. Struktur tersier biasanya
berupa gumpalan. Beberapa molekul protein dapat berinteraksi secara fisik tanpa
ikatan kovalen membentuk oligomer yang stabil (misalnya dimer, trimer, atau kuartomer)
dan membentuk struktur kuartener. contoh struktur kuartener yang terkenal
adalah enzim Rubisco dan insulin. Struktur primer protein bisa ditentukan
dengan beberapa metode:
(1) hidrolisis protein dengan asam
kuat (misalnya, 6N HCl) dan kemudian komposisi asam amino ditentukan dengan instrumen
amino acid analyzer,
(2) analisis sekuens dari ujung-N
dengan menggunakan degradasi Edman, (3) kombinasi dari digesti dengan tripsin
dan spektrometri massa, dan
(4) penentuan massa molekular
dengan spektrometri massa. Struktur sekunder bisa ditentukan dengan menggunakan
spektroskopi circular dichroism (CD) dan Fourier Transform Infra Red (FTIR). Spektrum
CD dari puntiran-alfa menunjukkan dua absorbans negatif pada 208 dan 220 nm dan
lempeng-beta menunjukkan satu puncak negative sekitar 210-216 nm. Estimasi dari
komposisi struktur sekunder dari protein bisa dikalkulasi dari spektrum CD.
Pada spektrum FTIR, pita amida-I dari puntiran-alfa berbeda dibandingkan dengan
pita amida-I dari lempeng-beta. Jadi,
komposisi struktur sekunder dari protein juga bisa
diestimasi dari spektrum inframerah. Struktur protein lainnya yang juga dikenal
adalah domain. Struktur ini terdiri dari 40-350 asam amino. Protein sederhana
umumnya hanya memiliki satu domain.
Pada protein yang lebih kompleks, ada
beberapa domain yang terlibat di dalamnya. Hubungan rantai polipeptida yang
berperan di dalamnya akan menimbulkan sebuah fungsi baru berbeda dengan
komponen penyusunnya. Bila struktur domain pada struktur kompleks ini berpisah,
maka fungsi biologis masing-masing komponen domain penyusunnya tidak hilang.
Inilah yang membedakan struktur domain dengan struktur kuartener. Pada struktur
kuartener, setelah struktur kompleksnya berpisah, protein tersebut tidak
fungsional. Kenyataannya, seluruh protein yang ada di dunia ini merupakan
kombinasi dari dua puluh macam asam amino, baik esensial maupun non esensial.
PERMASALAHAN:
1. jelaskan
mengapa antar peptida pada struktur protein sekunder terdapat ikatan hydrogen?
2. Jelaskan
suatu rantai polipeptida yang membentuk heliks pada struktur protein sekunder?
3. Jelaskan
ikatan ikatan yang terdapat dalam struktur tersier protein ?
4.
Apa perbedaan ketiga struktur protein
tersebut?




baiklah saya akan mencoba menjawab permasalahan ke-4
BalasHapuspada dasarnya perbedaan dari ketigaa struktur dari protein tersebut adalah dari komponen penyusunnya, dimana dalam hal ini :
1) struktur primer
pada dasarnya perlu diketahui bahwasannya struktur protein primer berupa 1 rantai polipeptida yang merupakan rangkaian asam amino dengan urutan tertentu. Susunan ini menentukan sifat dasar dari berbagai protein dan secara umum menentukan bentuk struktur sekunder dan tersier. jadi dalam hal ini struktur protein primer merupakann langkah awal dalam pembentukan struktur protein sekunder dan tersier.
2) struktur sekunder
Struktur sekunder pada protein berupa susunan dari dua/ lebih struktur primer, yang dapat berbentuk heliks (alpha helix) dan lembaran (beta sheet). Struktur sekunder terjadi karena adanya gaya dispersi atau ikatan hidrogen.
3) struktur tersier
Struktur tersier pada protein terbentuk dari gabungan beberapa macam struktur sekunder yang berbeda membentuk lipatan atau gulungan. Hal ini terjadi karena adanya ikatan hidrogen, ikatan garam, interaksi hidrofobik, dan ikatan disulfida. sekian :)
saya akan menjawab soal nomor 3
BalasHapusStruktur tersier dari suatu protein adalah lapisan yang tumpang tindih di atas pola struktur sekunder yang terdiri atas pemutarbalikan tak beraturan dari ikatan antara rantai samping (gugus R) berbagai asam amino (Gambar 10). Struktur ini merupakan konformasi tiga dimensi yang mengacu pada hubungan spasial antar struktur sekunder. Struktur ini distabilkan oleh empat macam ikatan, yakni ikatan hidrogen, ikatan ionik, ikatan kovalen, dan ikatan hidrofobik. Dalam struktur ini, ikatan hidrofobik sangat penting bagi protein. Asam amino yang memiliki sifat hidrofobik akan berikatan di bagian dalam protein globuler yang tidak berikatan dengan air, sementara asam amino yang bersifat hodrofilik secara umum akan berada di sisi permukaan luar yang berikatan dengan air di sekelilingnya (Murray et al, 2009; Lehninger et al, 2004).
Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.
BalasHapusKomentar ini telah dihapus oleh pengarang.
BalasHapusBaik saya akan menjawab permasalahan anda yang ke 2
BalasHapusSalah satu contoh struktur sekunder adalah α-heliks dan β-pleated. Struktur ini memiliki segmen-segmen dalam polipeptida yang terlilit atau terlipat secara berulang. Struktur α-heliks terbentuk antara masing-masing atom oksigen karbonil pada suatu ikatan peptida dengan hidrogen yang melekat ke gugus amida pada suatu ikatan peptida empat residu asam amino di sepanjang rantai polipeptida
assalamualaikum dara saya akan mencoba menjawab pertanyaan anda nomor 1 yaitu jelaskan mengapa antar peptida pada struktur protein sekunder terdapat ikatan hydrogen?
BalasHapusPada struktur ini ikatan peptida, dan ikatan hidrogen antara gugus N - H dan C = O berperan sebagai tulang punggung struktur.